puisi, cerpen, esai rasa bali

Entries from March 2008

biografi ibu kensunyian

March 7, 2008 · 2 Comments

semua orang mengenalinya
sebagai ibu sunyi,
di awal waktu

ia perempuan,
ia ibu dari ribuan tahun yang merayakan hening
setelah satu hari sebelumnya disajikan arak-arakan penghibur
dan pengusir petaka

ia perempuan yang terbangun hari ini
                dalam sepi
dalam puasa wicara
menunggu petang yang gulita
dengan anak-anak waktu yang siap lahir esok
denganku.

Denpasar, 7 Maret 2008
Ni Made Wawi Adini

Categories: puisi
Tagged:

teman yang kaya

March 7, 2008 · Leave a Comment

kata orang, temanku kaya. kataku juga. badannya kurus, kulit gelap tapi bersih, berkacamata. sepertinya, dari kecil ia sudah lahir dari harta. setiap tarikan nafasnya adalah apa yang ia inginkan.

aku heran. biasanya orang kaya cenderung sombong. tapi ia tidak. bahkan ia pintar dan diberi karunia.

semalam, waktu kami makan bersama, kubilang padanya. seperti legenda, mungkin kamu seperti titisan para dewa. tanpa cacat dan hampir sempurna. lantas mati.

Denpasar, 7 Maret 2008
Ni Made Wawi Adini

Categories: puisi
Tagged:

Dongeng Sebelum Tidur Untuk Anakku

March 2, 2008 · Leave a Comment

Bukan salah mereka
tanah bumi retak di sebelah selatan
bukan juga salah cadas
yang tak lagi bisa menopang kita
apa yang sedang membuat kita keram dan kaku
kalau bukan ritus bumi?

Ia bangun di pagi hari
                menggeliat
kalem menyapa langit
lalu terjadilah hari
bersebelahan dengan matahari
sesekali ia cekung,
kemudian malampun berkuasa
sementara itu, di utara ada kepulan asap hio
di arah timur terdengar nada doa bersenandung
dari sebelah barat, bulan dan bintang
mengirimkan hadits

karena ada selatan yang kosong saat itu
bumi telah memutuskan tidur di sana cukup lama
dan ini nak, semata soal arah

hari ini mungkin selatan,
satu setangah abad silam ia adalah timur
dan esok
karena bosan, bumi bisa saja gandrung pada utara
dan melompat-lompat di sana

tidur nak, kenakan selimut dongeng ini hingga engkau dewasa
dan menjadi mitos baru segala penjuru

Denpasar, Agustus 2006
Ni Made Wawi Adini

Categories: puisi
Tagged:

percakapan

March 2, 2008 · Leave a Comment

            - kojeng

Tanahku harum, jejak magis masih membungkus kami
kalau kau harus datang
dan mengambil satu genggam
tak usah mengabariku lewat surat elektronik.
Datanglah, jejakkan lagi selangkah
ada satu rindu yang bisa kau rebut dan

menebarkannya di tanahmu.

Kau adalah percakapanku
jangan berlindung pada gumam dan rapuh
bukankah kau kadung pongah mencuri
daging kami
untuk apa lagi bersembunyi
Datanglah sudah,
cukup bawa selembar kain untuk membungkus
nanti kubuatkan sesaji pelepasan

Denpasar, Juli 2006
Ni Made Wawi Adini

Categories: puisi
Tagged:

berita koran pagi ini

March 2, 2008 · Leave a Comment

tahun pertama menjadi air
tahun ketujuh tengadah
tahun ke sebelas jalanan dipenuhi bunga
tahun ke dua puluh, tanah retak
tahun ke dua puluh satu, tanah makin retak
tahun ke tiga puluh lima, berempat kami singgah di pantai
tahun ke tiga puluh tujuh menyodoriku pilihan
tahun ke empat puluh, air dimana-mana
tahun ke empat puluh empat asing
tahun ke lima puluh dua menghardikku
tahun ke lima puluh enam merengut
tahun ke enam puluh empat air datang kembali
tahun ke tujuh puluh dua aku bersimpuh di gunung
tahun ke delapan puluh delapan memelukku
tahun ke sembilan puluh lima berbunyi tik-tok
tahun ke sembilan puluh tujuh telungkup
tahun ke sembilan puluh delapan berbaring panjang
tahun ke sembilan puluh sembilan mengajakku entah kemana
pada satu abad, kabar kelahiran datang.

Sanur, Juli 2006
Ni Made Wawi Adini

Categories: puisi
Tagged: