puisi, cerpen, esai rasa bali

Entries from June 2009

memilah

June 13, 2009 · Leave a Comment

Jika ada kumpulan jerami kering bercampur dengan debu sejarah, ajari aku bagaimana memilahnya? Aku tak  bisa membedakan waktu dan menunggu. Bilangan-bilangan itu pudar dan tak bernilai karena aku kadung luntur di masa yang tak bisa berpikir. Sudah enam tahun aku tak bisa berpikir. Aku gila. Gila pada masa yang memberikan keleluasaan ruang.

Aku pasti bisa kembali ke serat otakku jika aku ingin kembali. Adakah satu yang bisa mengerti dan masih mengenali aku? Aku ingin dibantu. Jika ada ritual, barangkali itulah ritual pengembalian nyawa.

Juni 2009

ni made wawi adini

Categories: esai

anakku yang lucu

June 13, 2009 · Leave a Comment

Semakin hari ia semakin belajar. Lalu tahu tentang malu. Anakku, anakku yang lucu.

Ia gemar berakrab dengan orang asing tapi akan meringis jika ia tak bisa menguasai pembicaraan. Ia hendak mengendalikan, dari tangannya. Anakku, tekunlah sebagaimana kamu menemukan satu layar baru untuk dibenahi dan diinginkan sesuai harapanmu.

Satu waktu, betapa mama ingin masuk dan juga bermain dalam pikiranmu. Oleh benakmu, anakku, mama tenggelam. Lalu rautmu seperti berbicara, “Ah, mama! Aku tak ingin dihegemoni!”

Kesayanganku, begitu lucu.

 

ni made wawi adini

juni 2009

Categories: puisi