Semakin hari ia semakin belajar. Lalu tahu tentang malu. Anakku, anakku yang lucu.
Ia gemar berakrab dengan orang asing tapi akan meringis jika ia tak bisa menguasai pembicaraan. Ia hendak mengendalikan, dari tangannya. Anakku, tekunlah sebagaimana kamu menemukan satu layar baru untuk dibenahi dan diinginkan sesuai harapanmu.
Satu waktu, betapa mama ingin masuk dan juga bermain dalam pikiranmu. Oleh benakmu, anakku, mama tenggelam. Lalu rautmu seperti berbicara, “Ah, mama! Aku tak ingin dihegemoni!”
Kesayanganku, begitu lucu.
ni made wawi adini
juni 2009
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.