Bertemu dengan beberapa kumpulan orang yang kaya secara finansial adalah pengalaman yang inspiratif.
Suatu saat ketika bertemu dengan sanak saudara yang berduit, aku memilih diam jika ia memamerkan kekayaan. Karena hartaku hanyalah senyuman dan tulisan-tulisan kecilku. Diberikan kesempatan untuk berbincang dengan teman yang punya kekayaan lebih, aku akan meledeknya habis-habisan jika ia mengunggulkan harta. Karena aku hanya berhartakan kata-kata dan kehangatan. Kalau kudapati atasanku mengelu-elukan keuangannya, aku akan melotot dan mengosongkan pikiranku. Aku hanya punya keterampilan berpikir sebagai kekayaan.
Bertemu dengan orang yang mengumbar teori apalagi filsafat adalah lebih dari inspiratif. Bagiku ini adalah kekayaan. Barangkali ini yang disebut pubertas kejiwaan yang abnormal. Entah, aku kadang berlebihan jatuh cinta akan studi pustaka. Aku akan semakin ternganga jika orang itu agak melebihkan kata-kata dengan metode logikanya dan melakukan modifikasi kekinian akan teorinya. Ah, kayakah aku?
Wawia
8 Sep 2011