Entries categorized as ‘puisi’
Semakin hari ia semakin belajar. Lalu tahu tentang malu. Anakku, anakku yang lucu.
Ia gemar berakrab dengan orang asing tapi akan meringis jika ia tak bisa menguasai pembicaraan. Ia hendak mengendalikan, dari tangannya. Anakku, tekunlah sebagaimana kamu menemukan satu layar baru untuk dibenahi dan diinginkan sesuai harapanmu.
Satu waktu, betapa mama ingin masuk dan juga bermain dalam pikiranmu. Oleh benakmu, anakku, mama tenggelam. Lalu rautmu seperti berbicara, “Ah, mama! Aku tak ingin dihegemoni!”
Kesayanganku, begitu lucu.
ni made wawi adini
juni 2009
Categories: puisi
ada satu hari yang aku siapkan, dari pagi hingga tengah malam. aku akan mengatakan yang tidak sebenarnya. aku berbohong. “pasti menyenangkan!” aku mengira-ngira sendiri.
ini harus aku teruskan selama aku masih tegak berdiri di tanah itu. dua sosok yang selalu ingin unggul dan merasa paling bisa. barangkali beginilah wajah kehidupan. suka. tidak suka. sehingga ada perkara yang harus diselisihkan. ”ah,”pikirku lagi.
setelah satu hari ini, aku ingin menjadi batu. belajar dari batu. dipecah kecil, dibuang atau dicat atau menjadi penguat dalam tanah tebing.
maret 2009
ni made wawi adini
Categories: puisi
it is exceptional.
is it?
january is gone and I meet it after march. I went slowly, trying to find it. no trace.
now is march. I do conscious of february also missing.
now is march. now is march.
where are january and february, where did they walk to, something might pour them so they are blur.
until the date.
ni made wawi adini
2009
Categories: puisi
it is more than dissapointed
the way you talked yesterday, really, I don’t like it!
as one of the honorable lady in your speech
you spoke like smart and kind
I totally know you are not
psyco!!
you are
ni made wawi adini
2009
Categories: puisi
thank god I still have it.
still have voice of morning.
14 sep 08
ni made wawi adini
Categories: puisi
Tagged: puisi